Dua Honorer CPNS Digugurkan

Dua Honorer CPNS Digugurkan

TRIBUNNEWS.COM, TOMOHON - Kendati telah dinyatakan lulus pada ujian tertulis calon pegawai negeri sipil (CPNS), 175 tenaga honorer di Kota Tomohon tidak langsung otomatis akan mendapatkan nomor induk pegawai (NIP) untuk bertugas.

Misalnya, dari hasil evaluasi administrasi setelah ujian tertulis, ada dua tenaga honorer yang digugurkan karena tak melengkapi atau memenuhi syarat sesuai dengan yang diundangkan.

"Untuk tenaga honorer yang memenuhi syarat administratif setelah ujian tertulis tertinggal 173 orang saja, dua orang terpaksa digugurkan karena tak memenuhi syarat. Jadi, sudah tak bisa untuk dilanjutkan lagi proses pemberkasan administrasinya hingga ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN)," jelas Masna Pioh, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kota Tomohon, Minggu (15/6/2014).

Untuk 173 tenaga honorer yang dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi, kini pemberkasannya telah tuntas dan tinggal menunggu hasilnya dari BKN Pusat untuk memutuskan.

"Apakah mereka akan mendapat NIP atau tidak, yang menentukan itu adalah BKN bukan BKD, jadi tunggu saja hasilnya mungkin hingga akhir Juni ini sebab pemberkasan telah tuntas dilakukan,'' ungkapnya.

Tenaga kontrak yang dinyatakan lulus kata Masna kini masih bekerja seperti biasanya, dan hanya menerima insentif sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Mereka belum menerima gaji pegawai negeri, karena memang belum diangkat. Jadi, masih tetap mendapat insentif dari pemerintah, tidak ada double gaji bagi mereka,'' terangnya.

Dari jumlah yang telah lulus ujian tertulis, kini ada sisa 216 tenaga honorer lagi yang bertugas, dan masih menunggu kebijakan pusat apakah akan diakomodasi atau tidak.

"Untuk 216 tenaga honorer yang belum lulus harus terus bekerja optimal, sebab pemerintah masih menunggu kebijakan lagi apakah akan diangkat melalui jalur khusus atau melalui jalur regular seperti lainnya. Yang pasti pemerintah tetap berjuang untuk kesejahteraan semua masyarakat termasuk tenaga honorer itu," ungkapnya.

Terpisah, Josis Ngantung, Ketua LSM Forum Masyarakat Kota Tomohon berharap, seluruh tenaga honorer dapat bekerja profesional dalam melayani masyarakat, apalagi yang akan diangkat menjadi CPNS, sehingga boleh memacu kemajuan pembangunan bagi kesejahteraan semua pihak.

"Tak boleh hanya duduk diam dan menerima gaji buta saja, harus tetap profesional bekerja demi kemajuan Tomohon," ujarnya.

What's on Your Mind...